Mengapa Pupuk PTS Berbeda?
Pupuk kompos PTS bukan sekadar pupuk biasa. Dengan sistem Katalis 1, nutrisi dari kotoran hewan diolah menjadi bentuk yang langsung dapat diserap tanaman — setara pupuk kimia, namun jauh lebih murah dan ramah lingkungan.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat kolam kompos berkapasitas standar, siapkan:
- 🐔 Kotoran (Kohe) Ayam Petelur — 10 karung
- 🐓 Kotoran (Kohe) Ayam Pedaging — 40 karung
- 🐄 Urine Sapi — 40 liter
- 🐐 Urine Kambing — 10 liter
- ⚗️ Katalis 1 — 50 liter
- 💧 Air secukupnya
Persiapan Kolam Terpal
Buat kolam terpal berukuran 2 × 3 meter, tinggi 1 meter. Yang penting: buat saluran pembuangan di bagian paling rendah untuk memanen urea cair hingga tuntas.
Cara Pembuatan — Step by Step
- 📦 Posisi paling bawah: Kohe ayam pedaging = 20 karung
- 📦 Posisi tengah: Kohe ayam petelur = 10 karung
- 📦 Posisi atas: Kohe ayam pedaging = 20 karung
- 💧 Siram dengan:
- Urine sapi 40 liter
- Urine kambing 10 liter
- Katalis 1 sebanyak 50 liter
- Air secukupnya (jika kohe kering: 10-12 liter per karung)
- 🎁 Tutup rapat dengan plastik — tidak boleh bocor!
- ⏰ Setelah 1 minggu — buka dan panen urea cair sampai habis
- ✅ Hari ke-14 — panen kompos padat dan masukkan karung
Memahami Kandungan Nutrisi
Setiap jenis kohe memiliki kandungan nutrisi berbeda:
- 🟢 Kohe Ayam Petelur = N (Nitrogen) — untuk hijau daun
- 🟤 Kohe Sapi = P (Fosfor) — untuk pohon kokoh
- ⚫ Kohe Kambing = K (Kalium) — untuk buah manis
- 🟡 Kohe Ayam Pedaging = N + K (ada skamnya)
- 🌾 Sekam Padi / Dedak = B1 — tanaman tidak layu
💡 Perbandingan efek: Tanpa katalis, fermentasi biasa efeknya hanya sedikit. Dengan katalis PTS, penyerapan menjadi optimal bagi tanaman.
Aplikasi di Lahan
Gunakan kompos padat sebagai pupuk dasar sebelum tanam dan aplikasikan urea cair sebagai pupuk susulan rutin selama masa vegetatif tanaman.
📱 Info lebih lanjut: WA 082156303058 | YouTube @mbahbamsofficial
